Senja
Cerita Kita
Cipt : Andi Jaya Nasaruddin
Dulu, kaki kita melangkah beriring
Tawa renyah bahagia memekik merdu
Tawa renyah bahagia memekik merdu
Menyisir setiap batang ilalang
Di bawah langit senja, tempat kita bersua
Tertawa lepas bebas bagai merpati
Kini, tak kudengar lagi tawa itu
Tak ada lagi kebahagiaan di bawah langit senja
Yang ada, hanya pekikan jangkrik penuh kebisingan
Gemuruh obak hamparan tak bertepi
Membuatku merasa begitu sendiri
Sunyi, sepi, tanpamu
Awan hitam membungkus langit
Menutup setiap cerita dari bisikan angin senja
Senja yang dulu adalah milik kita
Seperti tawa yang lepas ke udara
Menggema indah tapi hilang entah kemana
Sadarkah engkau?
Hanya karena sosok yang kau idamkan itu,
Hanya karena sosok yang kau idamkan itu,
Hanya karena sosok yang kau impikan itu
Aku bungkam bersama ilalang
Menanti setiap cerita dan tawamu
Di lautan penantian tak bertepi
Di bawah senja yang kini telah begitu gelap
Senja yang tak lagi bisa kita genggam
Tapi kau tetap tak pernah menoleh
Membiarkan malam menghapus cerita kita
Makassar, 1 Desember
2014
0 Response to "Senja Cerita Kita"
Post a Comment