Orang Pinggiran
Cipt : Andi Jaya Nasaruddin
Ketika
teriknya matahari memanggang kulit
Saat bumi berguncang kuat memilukan
dalam kebingungan
Tak ada yang dapat kami perbuat
Kami hanyalah orang pinggiran
Kami hidup dari belas kasihan
Berpijak pada tanah tandus di ujung
negeri ini
Kami yang merintih dalam buaian kesakitan
Sangat butuh akan uluran pertolongan
Kami yang tak pernah bisa berdiri di tanah
air sendiri
Kami … kami yang tak pernah bisa untuk
menyongsong hangatnya mentari
Anak malang dari bangsa ibu pertiwi
Kami hanyalah dilema negeri ini
Sudut kotor yang tak pernah terjamah
tekhnologi
Sudut yang selalu kau bicarakan tapi tak
pernah kalian fikirkan
Tidak… Tidak…Tidak sejengkal pun
Langit adalah satu-satunya atap bagi kami
Rumput yang bersenandung adalah alas punggung
kami
Kami… kami yang hidup diambang
kemiskinan, diambang kehinaan, diambang kematian
Kami hidup dari puing-puing sampah
Hidup ini adalah korban
Korban nafsu kalian yang berpesta di
atas sana
Berpesta demi sebuah kursi
Sedang kami, tergeletak tak berdaya pada
daun ilalang yang menusuk jarikami
Ego kalian mengasingkan kami
Orasi kalian, janji yang kan terus kami
nanti
Tapi tak junjung terbukti
Tapi, malah kalian nodai
Tangis kami adalah tangis pilu ibu
pertiwi
Yang terluka karena bangsa sendiri
Terluka di tanah sendiri karena buaian pribadi
Kau hanya berbalik dan berlalu pergi
Tidak pernah memberi setitik hal berarti
Lihatlah kami
Kami yang duduk dalam debu yang melapang
Tanpa daya dan tanpa harta yang begitu
berarti
Kami hanyalah sampah negeri ini
Sudut kotor….
Sudut.. orang buangan
Pangkejene 23
Desember 2013
0 Response to "Orang Pinggiran"
Post a Comment