Tari Kreasi Sombayya Karaeng Baine


     Pangkajene dan Kepulauan dahulunya terdiri dari beberapa akkarungeng (kekaraengan). Beberapa diantaranya, berdasarkan garis keturunan, menunjukkan bahwa tahta arung (karaeng) atau yang biasa di sebut sombayya pernah ditahtai oleh seorang raja perempuan. Hal ini jelas tergambar dari silsilah beberapa akkarungeng di Pangkep yang menempatkan sosok raja wanita sebagai pong (akar) akkarungeng. 

     Tari Sombayya Karaeng Baine menggambarkan tentang raja-raja wanita yang pernah bertahta di akkarungeng Pangkajene yang memerintah dengan arif dan bijaksana tetapi tetap lembut, anggun dan malebbi sehingga tidak meninggalkan kesannya sebagai seorang wanita Bugis-Makassar. Keberhasilan raja-raja wanita di Pangkajene juga tergambar dari kecakapan bekerjasama dengan kerajaan tetangga seperti akkarungeng Tanete sehingga terciptanya delegasi antara akkarungeng yang berimbas pada situasi kondusif untuk seluruh rakyat di bawah pemerintahannya.

     Tarian ini merupakan tarian karya tunggal saya yang kedua. Gerakan-gerakan dalam tarian ini di selesaikan dalam waktu yang singkat namun tetap bermakna. Tarian ini memperoleh juara 2 pada FlS2N tingkat SMA cabang Tari Berpasangan Se-Kabupaten Pangkep.

     Meski menduduki peringkat ke-2, animo penonton benar-benar tercurah pada karya saya yang satu ini. Pujian dan sanjungan yang membesarkan kepala menggema dari para penonton.